Kamis, 13 Juni 2013

Pertanyaan Dengan Tema Persaingan Pasar Tidak Sehat

Nama   : Nur Sulistyani
Tema   : Persaingan Pasar Tidak Sehat
Judul   :

1.      Implementasi Good Public Governance Dilingkungan Komisi Pengawas   Persaingan Usaha.
2.       Peranan Pesaing Asing Dalam Persainggan Pada Pasar Industri Manufaktur Domestik
Pertanyaan      :

1.      Penggunaan wewenang ekonomi, politik dan administrasi guna mengelola urusan-urusan negara pada semua tingkat yang mencangkup seluruh mekanisme, proses dan lembaga-lembaga dimana masyarakat bisa mengutarakan kepentingan mereka. Hal tersebut merupakan pengertian dari...
a.       Governance
b.      Development
c.       Tata kepemerintahan
d.      Desentralisasi

2.      Pada tahun berapa istilah “governance” dikenal dalam literatur administrasi dan ilmu politik dan siapa yang menemukannya...
a.        1888 oleh Woodrow Wilson
b.      1887 oleh Adam Smith
c.       1887 oleh Woodrow Wilson
d.      1888 oleh adam smith

3.      Dibawah ini merupakan prinsip-prinsip good governance, kecuali...
a.       Wawasan ke depan
b.      Keterbukaan dan transparansi
c.       Partisipasi masyarakat
d.      Kerjasama dengan pemerintah

4.      Kewajiban dari industri public maupun paa aparat atau individu yang bekerja disalamnya untuk membuat kebijakan maupun melakukan aksi yang sesuai dengan nilai yang berlaku maupun kebutuhan masyarakat dan memiliki suatu ukuran yang menunjukan seberapa tingkat kesesuaian dengan ukuran nilai-nilai yang dimiliki. Hal tersebut merupakan pengertian dari.....
a.       Akuntabilitas
b.      Transparansi
c.       Partisipasi
d.      Stabilisasi

5.      Semua kegiatan pemerintah atau lembaga public diberbagai bidang seharusnya didasrkan pada visi dan misi yang jelas disertai dengan strategi implementasi yang tetap sasaran. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari....
a.       Tanggung gugat
b.      Wawasan kedepan
c.       Partisipasi masyarakat
d.      Desentralisasi
6.      Dalam pasar oigoopoli menjadi fokus penelitian dari berbagai ekonomi industri, karena adanya market power dalam pasar oligopoli tersebut . dan market power ersebut dapat menyebabkan....
a.       Distorsi dalam pereknomian dan merugikan sudut pandang sosial
b.      Distorsi dalam pemerintahan dan merugikan masyarakat
c.       Distorsi dalam kependudukan
d.      Distorsi dalam perekonomian dan menguntukan sudut pandang sosial

7.      Aliran Structure Conduct Perfomance (S-C-P) dicetuskan pertama kali oleh..
a.       Geery Mark M
b.      Edward Mason dan Joe S. Bain
c.       Thomas alfa edision
d.      John smith

8.      Prince-cost margin (PCM) adalah....
a.       Salah satu variabel yang tidak bisa dipakai untuk menilai kinerja suatu pasar
b.      Salah satu variabel yang bisa dipakai untuk menilai keuntungan suatu penjualan
c.       Salah satu variabel yang biasa dipakai untuk menilai kinerja suatu pasar
d.      Salah satu variabel yang dipakai untuk menentukan kerugian suatu pasar

9.      Variabel untuk mengukur produktifitas tenaga kerja yang didapat dari membagi nilai tambah rill dengan jumlah pekerja. Merupakan variabel yang disebut dengan ...
a.       PCM
b.      Tradde
c.       Plant-level labor productivity
d.      Market Growth

10.  Tingginya tingkat keuntungan yang diharapkan terjadi akibat meningkatnya permintaan akan mengundang produsen lain  untuk ikut masuk ke pasar. Hal tersebut di kemukakan oleh..
a.       Commanor-wilson
b.      Gerry Mark M
c.       Thomas alfa edision
d.      John smiith

Jawaban          :

1.      A
2.      A
3.      D
4.      A
5.      B
6.      A
7.      B
8.      C
9.      C
10.  A



Nama   : Resti Ratnasari
Tema   : Persaingan Pasar Tidak Sehat
Judul   :

1.       Analisa Struktur Dan Kinerja Industri Pulp Dan Kertas Indonesia
2.      Analisis Disparitas Harga Dan Potensi Persaingan Tidak Sehat Pada Distribusi Cengkeh

Pertanyaan :

1.      Joe S. Bain melakukan penelitian mengenai hubungan antara struktur dan kinerja pasar ditahun 1956. Penelitian tersebut dituangkan kedalam buku. Apakah judul buku tersebut..
a.       Barriers to new competition
b.      Barriers to new condition
c.       Barriers to the competition
d.      Barriers to the condition

2.      Beberapa indikator yang digunakan oleh kppu untuk memonitor industri pulp dan kertas, kecuali...
a.       Tingkat konsentrasi yang tinggi
b.      Pergerakan harga antar prooduk
c.       Tingkat penggunaan kapasitas terpasang
d.      Tingkat penentuan masyarakat

3.      Variabel standar yang digunkan untuk mendekati indeks lerner yang mengukur tingkat kekuatan pasar, sesuai penelitian Collin dan Preston, PCM yang didefinisikan sebagai ratio dari nilai tambah yang dimiliki perusahaan atau industri dikurangi dengan total keseluruhan pengeluaran upah. Disebut dengan...
a.       PCM
b.      MS
c.       MES
d.      CR4

4.      Apa kepanjangan dari PCM...
a.       Paid cost margin
b.      Price cost  margin
c.       Pride cost margin
d.      Price conduct margin

5.      Kepanjangan dari SIC adalah.....
a.       Standart industrial concept
b.      Structure industrial clasification
c.       Standart industrial classificatiion
d.      Structure industrial concept

6.      Salah satu komediti perkebunan yang meiliki yang memiliki nilai jual tinggi adalah..
a.       Tembakau
b.      Kopi
c.       Teh
d.      Cengkeh

7.      Keseimbangan harga baru baru dari cengkeh mempengaruhhi...
a.       Produksi dan konsumsi
b.      Eksternal dan internal
      c.       Modern dan tradisional
d.      Imporrt dan eksport

8.      Penyebab fungsi harga cukup besar antara petani pproodusen dengan konsumen dengan kkonsumen akhir adalah....
a.       Besarnya produksi
b.      Besarnya margin
c.       Besarnya konsumsi
d.      Besarnya penjualan

9.      Salah satu penyebab terjadinya kecenderungan monopsoni pembelian cengkeh, adalah..
a.       Pedagang pengumpul lain tidak sanggup membeli dengan harga tinggi
b.      Berkurangnya pasokan
c.       Terjadinya kenaikan harga
d.      Terjadinya penurunan harga

10.  Potensi persaingan usaha tidak sehat yang muncul disebut..
a.       Disparitas harga
b.      Predatoty pricing
c.       Farm gate price
d.      Price clove

Jawaban:

1.      A
2.      D
3.      A
4.      D
5.      C
6.      D
7.      A
8.      B
9.      A
10.  B

Nama   : Owie Kusumanagoro
Tema   : Persaingan Pasar Tidak Sehat
Judul   :

1.      Faktor Penentu Dampak Aktivitas Antipersaingan dan Pengecualian UU No.5/1999 Pasal 50 Huruf G

Pertanyaan      :

1.      Berdasarkan karakteristiknya, aktivitas antipersaingan dapat dibedakan menjadi berapa macam?
a.       2
b.      3
c.       4
d.      5

2.      Apa yang dimaksud dengan Productive efficiency?
a.       Kondisi dimana perekonomian berupaya untuk mencapai batasan produksi   maksimalnya
b.      keadaan dimana sumber daya yang langkah dialokasikan untuk memproduksi barang dan jasa yang paling diminati oleh konsumen
c.       suatu kondisi efisiensi yang dapat disadari ketika tekanan yang tercipta dipasar dari adanya peningkatan iklim persaingan membawa pada inovasi dan perbaikan ekonomi yang cepat
d.      a, b, benar

3.      Apa yang dimaksud dengan Government / legalized anticompetitive activities?
a.       perilaku anti persaingan semacam ini dilakukan sepenuhnya oleh pelaku usaha yang berada dipasar
b.      bentuk perilaku antipersaingan semacam ini merupakan kombinasi dari kedua bentuk aktivitas antipersaingan sebelumnya
c.       perilaku anti persaingan yang sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah akan tetapi disahkan melalui konstitusi
d.      semua salah

4.       Secara ekonomi terdapat beberapa faktor penting yang mempengaruhi elastisitas permintaan, ada berapa sajakah?
a.       1
b.      2
c.       3
d.      4

5.      Undang-undang ke berapakah berada hukum persaingan Indonesia?
a.       UU No.5/1999 pasal 50 huruf g
b.      UU No.6/2000 pasal 48 huruf g
c.       UU No.9/1999 pasal 46 huruf h
d.      UU No.5/2000 pasal 50 huruf h

Jawaban          :

1.      B
2.      A
3.      C
4.      D
5.      A

Nama   : Selvy Andeslin
Tema   : Persaingan Pasar Tidak Sehat
Judul   :

1.      Praktek Monopoli dalam Pelayanan Taksi Bandara di Seluruh Indonesia (Studi Kasus: Bandara Hang Nadim)
2.      Kartel: Upaya Damai untuk Meredam Konfrontasi dalam Persaingan Usaha
3.      Analisa terhadap Undang-Undang Persaingan Usaha dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen di Indonesia

Pertanyaan      :

1.      Larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat diatur dalam undang-undang (Anti monopoli)…..
a.       UU No 8 tahun 1999                                c. UU No 6 tahun 1999
b.      UU No 7 tahun 1999                                d. UU No 5 tahun 1999

2.      Menurut kamus Hukum Ekonomi ELIPS Persekongokolan dan persekutuan diantara beberapa produsen produk sejenis dengan maksud untuk mengontrol produksi,harga,dan penjualannya,serta memperoleh posisi ekonomi disebut dengan…..
a.       Pelaku usaha                                             c. Monopoli
b.      Kartel                                                        d. Kerjasama

3.      Menurut Anderson dalam siswanto (2002) dalam konteks pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan,persaingan dapat berdampak positif dan negative. Bebrapa aspek positif persaingan usaha yaitu,kecuali…..
a.       Melindungi para pelaku ekonomi terhadap eksploitasi dan penyalahgunaan
b.      Mendorong penggunaan sumber daya ekonomi dan metode pemanfaatannya
c.       System persaingan menimbulkan adanya biaya dan kesulitan-kesulitan tertentu yang tidak didapati dalam system moonopoli
d.      Mendorong alokasi dan realokasi sumber-sumber daya ekonomi sesuai dengan keinginan konsumen

4.      Perbedaan antara berapa yang bersedia dibayar oleh konsumen untuk sebuah barang dan berapa yang sebenarnya dibayar konsumen apabila membel suatu barang disebut…..
a.       Surplus                                                      c. Surplus Konsumen
b.      Defisit                                                       d. Surplus produsen

5.      Persaingan  dalam suatu industry dipengaruhi oleh beberapa faktor kecuali …..
a.       Masuknya pendatang baru                                    c. kekuatan tawar-menawar pembeli
b.      Ancaman produk pengganti                                  d. konflik dalam manajemen

6.      Dalam persaingan suatu usaha faktor harga sangat penting sebagai penentu utama permintaan pasar. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses penetapan harga yaitukecuali …..
a.       Permintaan produk                                                c. Penggunaan strategi penetapan harga
b.      Masuknya pendatang baru                                    d. Target pangsa pasar

7.      KPPU berdasarkn pasal 30 UU No 5 tahun 1999 bertugas mengawasi pelaksanaan UU NO 5/99. Kepanjangan dari KPPU adalah…..
a.       Kegiatan pengawasan persaingan usaha
b.      Komisi pengawas persaingan usaha
c.       Ketua pengawasan persaingan usaha
d.      Kesepakatan pelaku persaingan usaha

8.      Berdasarkan pasal 35 UU No 5 tahun 1999, Tugas KPPU adalah sebagai berikutkecuali…..
a.       Melakukan penilaian terhadap kegiatan usaha atau tindakan pelaku usaha yang dapat mengakibatkan terjadiya monnopoli
b.      Mengambil tindakan sesuai dengan wewenang sebagaimana diatur dalam pasal 36
c.       Memberikan saran dan pertimbangan terhadap komisi kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan praktek monopoli
d.      Mewujudkan efisiensi dalam ppengelolaan sumber-sumber alam dan sumber daya ekonomi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat

9.      Beberapa ppola kartel yaitu kecuali…..
a.       Kesepakatan antara sesame pelaku  usaha
b.      Kesepakatan antara pelaku usaha dan pemerintah
c.       Kesepakatan antara pelaku usaha dan konsumen
d.      Kesepakatan antara (asosiasi) pelaku usaha, (asosiasi) konsumen dan pemerintah

10.  Menurut UNCTAD dalam  Manual of the formulation and application  of competitive law untuk mendeteksi adanya kartel terdapat beberapa hal yang dapat diamati yaitu….
a.       Adanya kecenderungan untuk membuat perjanjian tertulis
b.      Para peserta kartel akan bersama-sama mengurangi ataupun menaikkan harga,agar tercapai tingkat harga yang sama
c.       Para pelaku akan berkerjasama dengan pelaku usaha lainnya untuk melakukan tindakan tertentu
d.      Jumlah pelaku usaha yang terbatas


Jawaban          :

1.      D
2.      B
3.      C
4.      C
5.      D
6.      B
7.      B
8.      D
9.      C
10.  D

Minggu, 05 Mei 2013

Faktor Penentu Dampak Aktivitas Antipersaingan dan Pengecualian UU No. 5 / 1999 Pasal 50 Huruf G

BAB 5 



Faktor Penentu Dampak Aktivitas Antipersaingan dan
Pengecualian UU No. 5 / 1999 Pasal 50 Huruf G

Oleh : Daniel Agustino



V. Analisa Pengecualian UU No.5/1999 Pasal 50 huruf g (Perjanjian Atau Perbuatan Yang Bertujuan Untuk Ekspor Yang Tidak Mengganggu Kebutuhan Dan Atau Pasokan Pasar Dalam Negeri)


Sesuai dengan pasal 50 huruf g UU No.5/1999, perjanjian atau perbuatan yang bertujuan untuk ekspor yang tidak mengganggu kebutuhan dan atau pasokan pasar dalam negeri dikecualikan dari ketentuan-ketentuan dalam UU No5/1999. Pada dasarnya dalam sistem perekonomian yang terbuka akan muncul pola perdagangan yang sedemikian kompleks dimana mungkin saja pelaku usaha lokal tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja tetapi juga untuk ekspor. Lebih jauh, perilaku pelaku usaha pada umumnya yang bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan akan membentuk pola perdagangan yang tertuju pada keuntungan semata tanpa memperhatikan permintaan lokal.

Faktor Penentu Dampak Aktivitas Antipersaingan dan Pengecualian UU No. 5 / 1999 Pasal 50 Huruf G

BAB 4 



Faktor Penentu Dampak Aktivitas Antipersaingan dan
Pengecualian UU No. 5 / 1999 Pasal 50 Huruf G

Oleh : Daniel Agustino


IV. Dampak Faktor Penentu Aktivitas Antipersaingan Terhadap Pengecualian UU No. 5/1999 Pasal 50 Huruf g


Sebagaimana sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, pada dasarnya dampak suatu aktivitas antipersaingan akan sangat bergantung pada elastisitas permintaan (PED). Secara ekonomi terdapat beberapa faktor penting yang mempengaruhi elastisitas tersebut yaitu antara lain:

Faktor Penentu Dampak Aktivitas Antipersaingan dan Pengecualian UU No. 5 / 1999 Pasal 50 Huruf G

BAB 3


Faktor Penentu Dampak Aktivitas Antipersaingan dan
Pengecualian UU No. 5 / 1999 Pasal 50 Huruf G

Oleh : Daniel Agustino



III. Dampak Aktivitas Antipersaingan

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, kebijakan persaingan, termasuk didalamnya hukum persaingan, nasional, tidak dapat digunakan oleh suatu negara untuk mengatasi perilaku antipersaingan yang bekarakteristik lintas negara. Dilihat dari karakteristiknya, terdapat beragam aktivitas antipersaingan yang dapat terjadi dalam konteks perdagangan internasional. Kebijakan persaingan, memiliki satu fitur yang selama ini digunakan oleh banyak negara untuk menindak perilaku antipersaingan berskala internasional, khususnya perilaku antipersaingan yang berupa jual rugi (predatory pricing). Fitur tersebut berada dalam bagian sistem multilateral WTO (World Trade Organization), yaitu Antidumping. Sampai saat ini untuk perlaku antipersaingan lainnya belum terdapat mekanisme formal yang mengaturnya, jadi penyelesaiannya dilakukan secara bilateral atau regional dinegara-negara yang sudah menganut sistem penegakkan hukum persaingan lintas negara. Setelah pada bagian sebelumnya dijelaskan mengenai instrumen kebijakan persaingan dalam menindaklanjuti perilaku antipersaingan domestik dan perkembangan isu persaingan ditingkat internasional, pada bagian ini akan dijelaskan bagaimana dampak aktivitas antipersaingan terhadap kesejahteraan.

Kamis, 02 Mei 2013

Faktor Penentu Dampak Aktivitas Antipersaingan dan Pengecualian UU No. 5 / 1999 Pasal 50 Huruf G

BAB 2


Faktor Penentu Dampak Aktivitas Antipersaingan dan
Pengecualian UU No. 5 / 1999 Pasal 50 Huruf G

Oleh : Daniel Agustino



II. Perkembangan Aktivitas Antipersaingan

1. Kebijakan Persaingan dan Aktivitas Antipersaingan

Kebijakan persaingan terdiri dari serangkaian langkah atau upaya yang dapat digunakan untuk mempromosikan perilaku pelaku usaha dan struktur pasar yang kompetitif, termasuk hukum persaingan yang komprehensif dan menjadi dasar dalam menindak perilaku anti persaingan. Pada umumnya kebijakan semacam ini ditujukan untuk mendorong terjadinya persaingan, memproteksi konsumen terhadap perilaku antipersaingan, dan menciptakan lingkungan pasar yang terbuka bagi adanya pelaku usaha yang mau masuk (free market entry) dan praktek bisnis yang adil baik dipasar domestik maupun di pasar global.

Tantangan utama bagi kebijakan persaingan muncul seiring terjadinya reformasi ekonomi, globalisasi, dan integrasi ekonomi. Ketiga faktor tersebut menjadi faktor pemicu kesadaran bagi Negara-negara berkembang akan pentingnya prinsip-prinsip persaingan dan pengaturan persaingan itu sendiri. Di banyak literatur dinyatakan bahwa tujuan utama dari kebijakan persaingan adalah efisiensi dan kesejahteraan konsumen. Konsep dari efisiensi ekonomi yang dimaksud tersebut dapat disadari dalam beberapa bentuk, termasuk yaitu: